Selasa, 19 Januari 2016

Makalah Pengertian Etika Profesi dan Ruang Lingkupnya



MAKALAH
PENGERTIAN
ETIKA PROFESI DAN RUANG LINGKUPNYA



                                                                            














Di Susun Oleh :
Rahmandika  Priasandi





PROGRAM BEASISWA STARA SATU (S1)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-HIDAYAH BOGOR
JL. Raya Dramaga Km 6, Gg. Radar Baru, Kel. Margajaya, Kec. Bogor Barat
Kab. Bogor Jawa Barat Telp./ Fax  : (0251)-8625187



KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Maha Suci bagi Allah SWT dan segala puji hanya milik-Nya. Penggenggam segala sesuatu yang telah memberikan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya dalam melakukan segala aktifitas.
 Sholawat serta Salam semoga dilimpahkan selalu kepada sebaik-baiknya manusia yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada para sahabatnya, keluarganya, tabi’in, tabi’ut-tabi’in dan para umatnya yang tetap berpegang teguh memegang risalahnya.
            Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah Allah SWT saya dapat menyelesaikan penulisan tugas makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan serta sebagai syarat untuk memenuhi nilai mata kuliah Materi PAI (Pendidikan Agama Islam ) semester satudi STAI Al-Hidayah Bogor.
            Saya menyadari penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangan. Untuk itu dengan segala kerendahan hati saya mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang bersifat membangun.
            Semoga segala partisipasi dan bantuan dari semua pihak dalam penyusunan makalah ini menjadi amal ibadah di sisi Allah SWTdan mendapat balasan yang tak terhingga.
            Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya dan umumnya bagi seluruh mahasiswa.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





Tangerang, 5 Januari 2016

                                                                                               


Rahmandika Priasandi








DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................................
i
Kata Pengantar.....................................................................................................
ii
Daftar Isi...............................................................................................................
iii


BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...............................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................
1
1.3 Tujuan............................................................................................................
1


BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Etika Profesi.................................................................................
2
2.2 Ruang Lingkup Etika Profesi.........................................................................
4
2.3 Prinsip-prinsip Etika Profesi..........................................................................
5
2.4 Pentingnya Etika Profesi................................................................................
5


BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan....................................................................................................
6
3.2 Saran...............................................................................................................
6


DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................
6























BAB I
PENDAHULUAN
                                                           
1.1              LATAR BELAKANG
Istilah etika selalu berhubungan dengan sifat dan karakter seseorang.Kita bisa menilai seseorang dari karakter yang dia miliki,apakah dia punya sopan santun ,ramah,rendah hati dan sebagainya.Sebagai mahluk sosial manusia memerlukan kekerabatan antar satu dengan yang lain,sebagai penghubung kekerabatan itulah etika seseorang dibutuhkan.Hal ini penting agar tercipta suasana kekerabatan yang erat.
Dalam bahasa jawa etika dikenal dengan istilah tata krama yang berarti tata menata dan membenarkan sedangkan krama perkataan dan perbuatan.Jelas bukan etika disini  bisa berati menata/membenarkan perkataan dan perbuatan.Sehingga etika yang saya bicarakan ini mencakup sifat dan karakter suatu individu dengan lingkungannya,
Profesi sering disebut sebagai suatu pekerjaan,seseorang yang memiliki suatu pekerjaan tertentu dengan keterampilan tertentu juga.Seorang yang berprofesi sebagai guru misalnya,dia memiliki keterampilan sesuai dengan yang dipelajarinya.Namun seorang yang memiliki pekerjaan belum tentu mendapatkan profesi karena belum mempunyai keterampilan tertentu.
Etika dalam profesi sangat menentukan suatu hasil pekerjaan,etika disini mencakup sifat atau karakter seorang dalam suatu profesi.Seorang guru ataupun pendidik harus memiliki etika yang baik agar dapat menjadi panutan dan teladan bagi muridnya.Tidak hanya guru,semua kalangan pun akan melakukan etika dan profesi sebagai seorang pekerja.Bila kita membicarakan tentang ruang lingkupnya,etika profesi apakah yang dimaksud,kenapa etika profesi sangat penting dan bagaimana ruang lingkupnya.Dalam makalah ini saya akan membicarakan tentang pengertian etika profesi dan ruang lingkupnya.

1.2       RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian dari etika profesi?
Apa ruang lingkup dari etika profesi?

1.3       TUJUAN
Untuk mengetahui pengertian dari etika profesi.
Untuk mengetahui ruang lingkup dari etika profesi.





BAB II
PEMBAHASAN

            2.I. PENGERTIAN ETIKA PROFESI

Etika

Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa yunani) yang berarti ‘adat’, ‘kebiasaan’, dan ‘praktik’. Dalam bahasa inggris, etika sering di gunakan dengan istilah ethics. Velasques (1987) mengemukakan bahwa etika memiliki kesamaan dengan perkataan benar atau salah.
Menurut Velasquez dan kawan-kawan pengertian etika sebagai berikut:
“Ethics has to do with my feeling tell me is right or wrong”
“Ethics has to do with my religious beliefs”
“Being ethical is doing what the law requires”
“Ethics consists of standards of behavior our society accepts.” (Velasquez dkk,(1987)
“Etika adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan pertimbangan benar dan salah.”
“Etika adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan berdasar nilai agama.” “Beretika adalah melakukan sesuatu berdasarkan hukum.”
“Etika terdiri dari standar tingkah laku yang diterima dalam lingkungan masyarakat.”
Menurut Aristoteles, Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control” karena segala sesuatunya dibuat dan ditetapkan dari dan untuk kepentingan pembuatnya.
Menurut Sims (2003) bahwa etika merupakan disiplin ilmu yang berkaitan dengan baik dan tidak baik, dan apa yang menjadi kewajiban moral.
Menurut Bertens (2004:5) etika adalah suatu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan oleh manusia atau ilmu tentang adab kebiasaan. Lebih dalam lagi, Bartens (2004 :6) mengartikan bahwa etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang kewajiban moral (akhlak). Dengan demikian, etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, tetapi mempersoalkan bagaimana manusia bertindak.2
Etika adalah sebuah cabang filsafsat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Sebagai cabang filsafat, etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan melalui nilai dan norma moral serta permasalahan- permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma moral itu.
Menurut Magins Suseno, etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Maksudnya etika hanya melakukan refleksi kritis atas norma atau ajaran moral, sedangkan yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas atau kita bisa juga mengatakan bahwa etika adalah perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai.3
Menurut Kamus Besar  Bahasa Indonesia, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Atau kumpulan asas atau nilai yang di anut suatu golongan masyarakat.4
Drs Hartono mengartikan etika sebagai pelajaran budi pekerti.5
Menurut Prof. Dr. Akhmad Amin, etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya di lakukan oleh manusia kepada lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus di perbuat.6

 Profesi

Istilah profesi berasal dari kata profess artinya mengakui, pengakuan. Istilah tersebut sudah ada dalam kosa kata inggris sejak abad ke 12 sebagai bagian dalam ibadah agama katolik. Kemudian istilah profesi mulai berkembang  sekitar abad ke 18 bersamaan dengan munculnya revolusi industri. Revolusi industri yang terjadi di Inggris ini membutuhkan tenaga manusia yang memerlukan keahlian khusus yang disebut profesi.
Menurut Brandies profesi adalah pekerjaan yang memerlukan beberapa persyaratan khusus :
a.       Pekerjaan berorentasi pada jasa untuk orang lain juga untuk diri sendiri.
b.      Keberhasilan sebuah pekerjaan tidak selalu di ukur dengan uang melainkan dengan seberapa jauh terpenuhinya kebutuhan orang lain.7
Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang memerlukan keterampilan khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakian dengan cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi hanya dapat di capai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecendrungan sejarah, dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang di kembangkan dan di terapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.8
Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (Keterampilan atau kejuruan) tertentu.9
Kecendrungan yang semakin kuat kearah kespsialisan dalam segala bidang pekerjaan, semakin banyak timbul kelompok yang mengidentifikasikan dirinya sebagai sebuah profesi. Kita tidak hanya mengenal istilah profesi untuk bidang-bidang pekerjaan seperti kedokteran, guru, militer, pengacara,dan sebagainya, tetapi meluas sampai mencakup pula bidangnya seperti manajer, wartawan, pelukis, dan sekretaris. Maka dapat disimpulkan bahwa profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan suatu keahlian.10
Menurut Arifin (2006), secara umum profesi memiliki 3 ciri yaitu :
a.       Sebuah profesi  mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi.
b.      Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan.
c.       Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat.

      Etika Profesi

      Istilah etika profesi terdiri dari dua kata, yaitu etika dan profesi. Etika profesi berisi norma-norma atau peraturan yang harus dipatuhi dan dihindari oleh anggota profesi pada waktu melakukan tugasnya sehingga berlaku suatu” keharusan” dua pihak, yang disebut dengan hak dan kewajiban. Hak adalah wewenang atau kekuasaan secara etis untuk mengerjakan, meninggalkan, memilki, mempergunakan, atau menuntut sesuatu. Supaya hak tersebut dapat terlaksana, harus ada pihak lain yang memenuhi tuntutan hak tersebut. Keharusan untuk memenuhi hak tersebut disebut dengan kewajiban (Zubair,1995: 59) . Dengan demikian, bagi anggota profesi, wajib mematuhi norma etika profesi dan bagi yang melanggar norma  yang berlaku tersebut, organisasi mepunyai hak memberikan sanksi sesuai peraturan yang telah disepakati sebelumnya. Sanksi ini dapat berbentuk hukuman disiplin (ringan, sedang, atau berat), administratif, bahkan dapat menjadi suatu delik hukum (perdata atau pidana), tergantung pada jenis dan beratnya pelanggaran yang di lakukan.11


            2. 2     RUANG LINGKUP  ETIKA PROFESI

Kriteria atau ciri-ciri Profesi

Secara umum ada beberapa ciri atau kriteria yang selalu melekat pada profesi, baik profesi pada umumnya ataupun profesi luhur yaitu sebagai berikut :
1.      Adanya pengetahuan khusus
2.      Adanya kaedah dan standar moral yang tinggi
3.      Mengabdi kepada kepentingan masyarakat
4.      Ada izin khusus untuk bisa menjalankan suatu profesi
5.      Kaum profesional biasanya menjadi angggota dari suatu profesi.12
Menurut Akhmad Tafsir seseorang di sebut memiliki profesi bila ia memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.      Profesi harus memiliki keahlian yang khusus
2.      Profesi harus sebagai pemenuhan panggilan hidup, artinya lapangan pengabdian.
3.      Profesi memiliki teori –teori yang baku secara universal
4.      Profesi adalah untuk masyarakat, bukan untuk diri sendiri
5.      Profesi harus di lengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompotensi aplikatif
6.      pemegang profesi memiliki otonom dalam melakukan profesinya
7.      Profesi hendaknya memiliki kode etik
8.      Profesi harus memiliki klien yang jelas ( pemakai jasa profesi)
9.      Profesi memerlukan organisasi
10.  Mengenali hubungan profesi dengan bidang – bidang lain.13
Menurut Pakar Pendidikan Winarno Surrakhmad (hermawan,1979 ) menyatakan bahwa sebuah profesi harus mempunyai kriteria sebagai berikut  :
1.      Profesi harus mempunyai bidang pekerjaan tertentu (spesifik)  tidak boleh  sama dengan  pekerjaan yang di lakukan oleh profesi yang lain.
2.      bidang pekerjaan profesi itu harus bersifat pengabdian kepada masyarakat (public sevice) pekerjaan yang bersifat pengabdian lazimnya lebih banyak pengorbanannya dari pada keuntungan ekonomi finansialnya.
3.      Profesi harus mempunyai keterampilan khusus, yang tidak dimiliki oleh profesi yang lain.
4.      Profesi harus mempunyai sikap dan kpribadian yang khas, yang menandakan Profesi itu berbeda dengan profesi yang lain.
5.      Profesi harus mempunyai organisasi profesi, yang akan berfungsi sebagai wadah untuk menghimpun, mengelola dan melayani anggota profesinya.
6.      Profesi harus mempunyai pedoman sikap dan tingkah laku bagi para anggotanya yang di kenal dengan nama kode etik profesi.
7.      Profesi harus mempunyai dewan kehormatan Profesi, yaitu organisasi yang bertugas mengawasi perilaku para anggotanya dalam melaksakan tugasnya sehari- hari dan memberikan pertimbangan kepada pengurus pusat pelanggaran kode etik yang dilakukan para anggotanya.14










2.3 PRINSIP- PRINSIP ETIKA PROFESI

            Tuntutan professional sangat erat hubungannya dengan suatu”  kode etik profesi untuk masing-masing bidang profesi. Tiga prinsip etika profesi yang paling kurang untuk semua profesi pada umumnya.
1.      Tanggung jawab. Setiap orang yang mempunyai profesi tertentu diharapkan selalu bersikap bertanggung jawab dalam dua arah, yaitu :
            a.Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
            b.Terhadap dampak dari segi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2.      Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi  haknya
3.      Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum professional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.15

Dalam code of Professional Ethics (APA, 2003:4), suatu etika profesi menuntut memiliki prinsip-prinsip yang menjadi bagian dari kewajiban moral anggotanya yang berupa :
1.      Respect for rights and dignity of the person, yaitu prinsip yang selalu menghormati hak dan martabat manusia .
2.      Competence, yaitu kemampuan atau keahlian yang sesuai dengan bidang kerja yang ditekuni.
3.      Responsibility, yaitu tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas-tugas.
4.      Integrity, yaitu tidak terpisah-pisah antara hak dan kewajiban, selalu ada keseimbangan antara tuntutan hak dan pelaksanaan kewajiban di setiap tugasnya.16

      2.4 PENTINGNYA ETIKA PROFESI

            Etika merupakan keputusan suatu tindakan manusia yang menjadi kebiasaan.Tindakan -tindakan tersebut ditentukan oleh karakter manusia sendiri.Tindakan manusia berhubungan dengan alam sehingga terdapat hukum - hukum.namun hukum ini jangan sekali diartikan sebagai aturan atau undang undang yang dibuat oleh orang dengan sanksinya*.Sehingga jika sekiranya hukum atau aturan itu diabaikan atau  dilanggar maka akan terkena sanksi.Secara diam - diam hukum ini sudah menerima sesuatu(seseorang) pembuat hukum dan kekecualiannya.misalnya dalam bermain catur itu tidak semaunya sendiri,tetapi terdapat etika - etika yang harus dipatuhi, seperti si kuda - kuda berjalan L dan sebagainya.sehingga etika berperan penting dalam kehidupan manusia dan menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok untuk bertingkah laku.









BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
            Setiap manusia harus memiliki etika ,dimana mereka bisa menata perkataan atau perbuatan sebelum diungkapkan atau ditunjukkan kepada orang lain.Etika tidak berarti sempit kepada sesama individu saja,namun semua pekerjaan atau profesi seseorang memiliki etika masing-masing dan etika itu sangat penting karena dengan etika orang akan mengetahui karakter,kepribadian individu dalam kehidupan sehari-hari.Sehingga etika dalam profesi sangat berpengaruh kepada individu tersebut yang memiliki suatu pekerjaan atau profesi sebagai pedoman dan hukum dari profesi tersebut.
3.2 SARAN
            Setelah saya membahas pengertian etika profesi dan ruang lingkupnya,saya berharap pembaca dapat mengerti dan mengamalkan apa yang sudah dipelajari dalam makalah ini.Sebagai seorang mahasiswa saya pribadi berharap bisa menjaga etika saya sebagai mahasiswa begitupun dengan mahasiswa lain.


DAFTAR PUSTAKA

2Ibid. Hal 95- 96.
3Burhanuddin, Salam. Etika Sosial : Asas Moral Dalam Kehidupan Manusia, Jakarta : Rineka Cipta,1997. hal.
4Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka,1990. hal 237.
5Hartono. Kamus Praktis Bahasa Indonesia, Jakarta : Rineka Cipta, 1996. hal 37.
6Amin, Akhmad. Etika (Ilmu Akhlak), Jakarta : Bulan Bintang,1975. hal 3.  
7Basuki, Sulistyo. Pengantar Kearsipan, Jakarta : Unversitas Terbuka (Depdikbud),1996. hal 201.
8Ibid. hal 100.
9Tim Penyusun kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1990. hal 70.
10Keraf Sonny ; Haryono Imam. Etika Bisnis, Yogyakarta : Kanisius, 1995. hlm 44.
11Suwarno, Wiji. Ilmu Perpustakaan dan Kode Etik Pustakawan, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010. Hal 103-104.
12Salam, Burhanuddin. Etika Sosial : Asas Moral Dalam Kkehidupan Manusia, Jakarta : Rineka Cipta,1997. Hal 142.
13Tafsir, Akhmad. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Jakarta : Remaja Rosda, 1991. hal 112.
14Hermawan, Rachman. Etika Kepustakawanan, Jakarta: Sanggung Seto, 2006. hal 64.
15Salam, Burhanuddin. Etika Sosial.op.cit hal 137.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar